January 4, 2012
Hail Movie-freaks.
Hello, Horses. It's been a while, huh? :)

Alhamdulillah masih dikasih kesempatan buat ketemu kuda-kuda lagi bahkan naikinnya. You have no idea how hyped I was to finally got to do horseback riding again!! Hahahahahahaha. You know, riding a horse, sitting there, enjoying the wonderful nature.. It’s like, one of the best self-remedies ever. HOWDY!!! :D
Ngomong-ngomong, dulu, pas gw masih kelas 1 SD, naik kuda terus ninggalin abangnya jauh di belakang seakan-akan gw mau bawa kabur kudanya itu gw pikir normal. Now that I’m older, I consider that was a bit of my childhood madness.
Buat temen-temen di daerah Jakarta yang suka kuda juga terus kesulitan cari kuda yang bisa disewa, siapatau ada yang belum tau nih, ada arena pacuan kuda di Pulo Mas. Tempat & pemandangannya bagus kok. Di tempat parkirnya ada banyak anak-anak kecil yang nawarin kuda, tarifnya Rp 15.000 buat orang dewasa dan Rp 10.000 buat anak kecil. Tapi itu cuma keliling area parkir doang. Nah, kalo belum puas, bisa dicoba nyewa kuda untuk dipake di arena pacuannya. Per-jam, Rp 100.000 buat kuda lokal dan Rp 200.000 buat kuda impor. Terus, yang tertarik latihan berkuda, biayanya Rp 245.000,-/45 menit. Oh iya! Kalo mau dateng pas rame, pas kuda-kudanya lagi dilatih, bisa dateng jam 6-7 pagi atau sore sekitar jam 3-4.
Enaknya, di Pulo Mas, kalo lagi sepi, kita bisa keliling-keliling jalan kaki. Ke barn nya, ke ladangnya, dsb. Gw saranin kalo bisa pake boots atau pake sepatu yang cocok lah ya. Soalnya disitu banyak tanah becek dan kalo lo ‘beruntung’, lo bisa nemuin banyak feses kuda yang sangat memungkinkan untuk lo injek. Wkwkwk
December 29, 2011
Birthdays.












Last but not least.. Terimakasih banyak untuk hadiahnya dan pelajaran2 hidupnya itu, sobatku, abang-abanganku, Muhammad Fahlevi Pradana. :D
December 27, 2011
What's so good about horse?
October 11, 2011
Bonding at Concerts. Why not? ;)
So I went to this concert. My all-time-favorite boyband. Yes. W E S T L I F E. Though they had to stop the show for 30 mins because of the over-crowding, I still had SO much fun. You guys should know how absolutely amazing Westlife is. Their voices stay the same like for all times. Listening to their songs then suddenly remembering those beautiful childhood memories, is one of the best self-remedies. EVER. Mayn, I kinda grew up with their music. I must be lying if I told you I was not THAT excited for attending the concert. Haha :D
Speaking about the over-crowding, gue, sebagai salah satu penonton berkewarganegaraan Indonesia yang berada di kelas festival malem itu, ngerasa ‘malu’ sama tim Westlife Gravity Tour. I mean, how could I not?! Pas over-crowding itu berlangsung, gak sedikit penonton yang (sayangnya) berkewarganegaraan Indonesia juga malah nge-BOO-in pas disuruh step back & keep calm sama promotor konser itu. Sadar gak sih, dengan sikap stubborn kayak gitu, kita nunjukkin ke orang luar kalo kita tuh gak solid sama promotor konser itu, yang notabennya berkewarganegaraan Indonesia juga? Which means, kita sesama orang Indonesia aja gak kompak?? Apa kata dunia?? Kind of.....embarrassing, wasn’t it? :(
Itu point pertama. Point kedua, gw mau ngebahas tentang ke-solid-an antar sesama orang Indonesia juga nih. Gausah jauh-jauh, gw ambil contoh dari event yang sama juga.
Jadi gini; opening band buat Westlife Gravity Tour kemaren itu adalah sebuah boyband dari Indonesia. Ya, Negara kita. Mau gimanapun juga tetep aja mereka itu sodara sebangsa kita. Yang bikin gw miris adalah, gak sedikit penonton yang nge-BOO-in opening band itu. I was like, “people? Seriously? Can’t you just please stop BOO-ing at them?! At least until Westlife and its team gone???” Yak, lagi dan lagi keliatan deh kurang solidnya orang Indonesia.
Gw yakin, banyak di antara kita yang get irritated oleh opening acts sebuah konser. Jujur, gw pun sering begitu. Tapi, mau segimanapun jeleknya opening acts sebuah konser, PLEASE, control yourself, don’t expect them to be as great as ‘the actual performers’ you desire to watch. Coba deh posisikan diri lo jadi salah satu bagian dari opening act itu. Bukannya mereka udah cukup dapet tekanan atas tuntutan buat tampil bagus sebelum sebuah band yang (basically) 100 times better dari mereka? Terus, kenapa lo masih mau gitu nambahin pressure mereka dengan kata-kata “BOO” yang lo lemparin ke mereka, yang seakan-akan nyuruh mereka turun dari panggung saat itu juga. WHAT IF, ternyata kata2 lo itu, mereka masukin hati atau pikirin terus-terusan? Enough with the hate. At least, they’ve had the guts to do something big and you guys don’t.
So, what I’m trying to say here is:
wouldn’t it be wonderful to show the world that we Indonesians stand as one? J
P.S: SUBJECTIVE GLASSES IS CRUEL. ;)







